DAFTAR ISI
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................
1.
Latar
Belakang........................................................................................................
2.
Rumusan
Masalah ...................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
1.
Perkembangan
Ajaran Islam pada Abad Pertengahan............................................
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada
Abad Pertengahan....................................
3. Perkembangan Kebudayaan Islam pada
Abad Pertengahan...................................
4.
Hikmah
Sejarah Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan..............................
BAB III PENUTUP..........................................................................................................
1.
Kesimpulan..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Dalam buku Ensiklopedi Islam, Jilid 2 (Jakarta, Ichtar Baru
Van Hoeve) dijelaskan bahwa sejarah Islam telah melalui tiga periode, yaitu
periode klasik (650-1250), periode pertengahan (1250-1800 M), dan periode
modern(1800-sekarang).
Pada periode klasik, Islam mengalami kemajuan dan masa keemasan. Hal ini ditandai dengan sangat luasnya wilayah kekuasaan Islam, adanya integrasi antarwilayah Islam, dan adanya kemajuan di bidang ilmu dan sains.
Pada abad pertengahan, Islam mengalami kemunduran. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi kekuasaan Islam yang utuh yang meliputi seluruh wilayah Islam, dan terpecahnya. Islam menjadi kerajaan-kerajaan yang terpisah. Kerajaan-kerajaan itu antara lain:
Pada periode klasik, Islam mengalami kemajuan dan masa keemasan. Hal ini ditandai dengan sangat luasnya wilayah kekuasaan Islam, adanya integrasi antarwilayah Islam, dan adanya kemajuan di bidang ilmu dan sains.
Pada abad pertengahan, Islam mengalami kemunduran. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi kekuasaan Islam yang utuh yang meliputi seluruh wilayah Islam, dan terpecahnya. Islam menjadi kerajaan-kerajaan yang terpisah. Kerajaan-kerajaan itu antara lain:
a. Kerajaan Ottoman di Turki
Kerajaan
Ottoman didirikan dan diproklamasikan kemerdekaannya oleh Utsman I dari bangsa
Turki Utsmani, setelah Sultan Alauddin dari Dinasti Saljuk meniggal dunia tahun
1300 M.
Utsman I dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama dari kerajaan Ottoman, yang disusul derngan raja-raja berikutnya. Kerajaan Ottoman mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II (1451-1481 M). Sultan ini berjasa besar, karena telah menyebarluaskan Islam ke Benua Eropa, melalui penaklukan kota Benteng Konstantinopel ibukota Romawi Timur pada tahun 1453 M. Karena keberhasilannya ini, kemudian Sultan Muhammad II mendapat julukan Al-Fatih yang artinya Sang Penakluk.
Kerajaan Ottoman mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Sulaeman I (1520-1566 M), yang bergelar Sulaeman Agung dan Sulaeman Al-Qanuni. Pada masa pemerintahannya kerajaan Ottoman memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu: Afrika Utara, Mesir, Hedzjaz, Irak, Armenia, Asia kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania, sampai ke batas Sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah, Laut Tengah, dan Laut Hitam.
Namun, setelah Sulaeman Agung meninggal dunia, kerajaan Ottoman Turki mengalami kemunduransehingga satu demi satu wilayah kekuasaannya melepaskan diri.
Utsman I dinobatkan sebagai raja (sultan) pertama dari kerajaan Ottoman, yang disusul derngan raja-raja berikutnya. Kerajaan Ottoman mengalami kemajuan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II (1451-1481 M). Sultan ini berjasa besar, karena telah menyebarluaskan Islam ke Benua Eropa, melalui penaklukan kota Benteng Konstantinopel ibukota Romawi Timur pada tahun 1453 M. Karena keberhasilannya ini, kemudian Sultan Muhammad II mendapat julukan Al-Fatih yang artinya Sang Penakluk.
Kerajaan Ottoman mengalami masa keemasan pada masa pemerintahan Sultan Sulaeman I (1520-1566 M), yang bergelar Sulaeman Agung dan Sulaeman Al-Qanuni. Pada masa pemerintahannya kerajaan Ottoman memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yaitu: Afrika Utara, Mesir, Hedzjaz, Irak, Armenia, Asia kecil, Krimea, Balkan, Yunani, Bulgaria, Bosnia, Hongaria, Rumania, sampai ke batas Sungai Danube dengan tiga lautan, yaitu Laut Merah, Laut Tengah, dan Laut Hitam.
Namun, setelah Sulaeman Agung meninggal dunia, kerajaan Ottoman Turki mengalami kemunduransehingga satu demi satu wilayah kekuasaannya melepaskan diri.
b. Kerajaan Mogul di India
Peranan umat Islam India dalam penyebarluasan agama Islam
dapat dilihat dalam empat periode, yaitu periode sebelum kerajaan Mogul
(705-1526 M), periode Moghul (1526-1858 M), periode masa penjajahan Inggris
(1858-1947 M), dan periode negara India Sekuler (1947-sekarang).
Kerajaan Mogul didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur,
keturunan Jengiz Khan bangsa Mongol, pada tahun 1526 M. Kerajaan Mogul berputar
di Delhi (India).
Kerajaan Mogul diperintah secara silih berganti oleh 15 orang raja (sultan). Sultan Kerajaan Mogul bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530 M) dan sultan terakhirnya bernama Sultan Bahadur Syah II (1837-1858 M). Kerajaan Mogul mencapai puncak kejayaannya tatkala diperintah oleh Akbar Syah I (1556-1605 M), Jahangir atau Nuruddin Muhammad Jahangir (1605-1627 M), Syah Jihan (1627-1658 M), dan Aurangzeb atau Alamgir I (1658-1707 M).
Kerajaan Mogul diperintah secara silih berganti oleh 15 orang raja (sultan). Sultan Kerajaan Mogul bernama Zahiruddin Muhammad Babur (1526-1530 M) dan sultan terakhirnya bernama Sultan Bahadur Syah II (1837-1858 M). Kerajaan Mogul mencapai puncak kejayaannya tatkala diperintah oleh Akbar Syah I (1556-1605 M), Jahangir atau Nuruddin Muhammad Jahangir (1605-1627 M), Syah Jihan (1627-1658 M), dan Aurangzeb atau Alamgir I (1658-1707 M).
Wilayah kekuasaan Mogul meliputi Kabul, Lahore, Multan,
Delhi, Agra, Oud, Allahabad, Ajmer, Guzarat, Melwa, Bihar, Bengal, Khandes,
Berar, Ahmad Negar, Ousra, Kashmir, Bajipur, Galkanda, Tajore, dan
Trichinopoli.
c. Kerajaan Safawi di Persia (sekarang
Iran)
Umat Islam menguasai Persia sejak tahun 641 M. Setelah iyu,
bangsa Persia yang semula beragama Zoroaster berbondong-bondong masuk Islam.
Dinasti atau kerajaan Islam silih berganti memerintah Persia, sampai dengan
bangsa Mongol merebutnya pada abad ke-12 M. Selama tiga abad bangsa Mongol
menguasai Persia, hingga pada tahun 1501 M muncul dinasti baru, yaitu dinasti
atau Kerajaan Safawi.
Kerajaan Safawi didirikan oleh Syah Ismail Syafawi (Ismai I)
pada tahun 907 H (1501 M) di Tabriz. Kerajaan Safawi mencapai puncak
kejayaannya tatkala diperintah oleh Syah Abbas (1`585-1628 M). Beliau berjasa
mempersatukan seluruh Persia, mengusir Portugis dari kepulauan Hormuz, dan nama
pelabuhan Gumran diubah menjadi Bandar Abbas (sampai sekarang). Syah Abbas juga
memindahkan ibukota kerajaan dari Qizwan ke Isfahan.
Setelah pemerintahan Syah Ismail Safawi berakhir, silih
berganti sultan-sultan Dinasti Safawi melanjutkan pemerintahannya hingga
sebanyak 17 sultan. Sultan terakhir kerajaan Safawi bernama Sultan Muhammad.
Tujuan penjajahan bangsa Eropa ada tiga, yaitu:
J Gold yang maksudnya agar memperoleh keuntungan besar, khususnya di bidang perdagangan bangsa Eropa, membeli bahan-bahan industri dari wilayah jajahannya dengan harga murah, kemudian menjual hasil industrinya ke wilayah jajahannya dengan harga mahal.
J Gold yang maksudnya agar memperoleh keuntungan besar, khususnya di bidang perdagangan bangsa Eropa, membeli bahan-bahan industri dari wilayah jajahannya dengan harga murah, kemudian menjual hasil industrinya ke wilayah jajahannya dengan harga mahal.
J Glory yang maksudnya untuk mencapai kejayaan di
bidang kekuasaan.
J Gospel yang artinya usaha menyebarluaskan agama Kristen.
Agar meraih keuntungan besar, bangsa Eropa melakukan usaha monopoli di bidang perdagangan, antara lain dengan cara merebut dan menguasai pusat-pusat perdagangan yang semula dikuasai umat Islam. Pusapusat perdagangan itu misalnya:
\ Kota Goa di pantai barat India direbut pada tahun 1510 M dan dijadikannya benteng pangkalan, untuk menyaingi perdagangan umat Islam dengan Afrika Timur.
\ Pelabuhan Malaka pada tahun 1511 M dikuasai dan dijadikan sebagai benteng pangkalan untuk menyaingi perdagangan umat Islam di luar Indonesia dengan Indonesia.
J Gospel yang artinya usaha menyebarluaskan agama Kristen.
Agar meraih keuntungan besar, bangsa Eropa melakukan usaha monopoli di bidang perdagangan, antara lain dengan cara merebut dan menguasai pusat-pusat perdagangan yang semula dikuasai umat Islam. Pusapusat perdagangan itu misalnya:
\ Kota Goa di pantai barat India direbut pada tahun 1510 M dan dijadikannya benteng pangkalan, untuk menyaingi perdagangan umat Islam dengan Afrika Timur.
\ Pelabuhan Malaka pada tahun 1511 M dikuasai dan dijadikan sebagai benteng pangkalan untuk menyaingi perdagangan umat Islam di luar Indonesia dengan Indonesia.
Akhirnya, setelah bangsa Eropa bertambah kuat, sedangkan
kerajaan-kerajaan Islam dan umat Islam semakin lemah terutama di bidang
ekonomi, militer, dan ilmu pengetahuan, maka kerajaan-kerajaan Islam dan umat
Islam di berbagai wilayah Asia-Afrika dijadikan negara jajahan oleh bangsa
Eropa.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah perkembangan ajaran
islam pada abad pertengahan?
2. Bagaimanakah perkembangan ilmu
pengetahuan pada abad pertengahan?
3. Bagaimanakah perkembangan kebudayaan
Islam pada abad pertengahan?
4.
Apakah hikmah sejarah perkembangan Islam pada abad
pertengahan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Perkembangan
Ajaran Islam pada Abad Pertengahan (1250-1800)
Perkembangan Islam pada abad pertengahan ini dilakukan
melalui tiga jalan yang dilalui untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat
Eropa. Ketiga jalan tersebut adalah :
-
Jalan
Barat
Proses
melalui jalan barat dimulai dari kawasan Afrika Utara dengan melewati
Semenanjung Iberia. Para pejuang Islam yang melalui jalan ini dipimpin oleh
Thariq bin Ziyad dan dimulai pada tahun 711 M. Perjalanan Thariq dan
rombongannya ini dikenal lantaran prestasinya yang mampu melewati Pegunungan
Pirenia yang pada waktu itu terkenal sangat menakutkan. Namun, di kota
Poitiers, Thariq dan rombongannya ditahan oleh tentara Prancis yang dipimpin
oleh Karel Martel pada 732 M. Akhirnya, rombongan Thariq ini dibebaskan oleh
Khalifah Umayyah yang berkuasa di semenanjung Iberia.
-
Jalan
Tengah
Rute jalan
tengah ini dimulai dari kawasan Tunisia. Rombongan yang melewati jalan tengah
ini menuju Apenina dengan melalui Sisilia. Sisilia serta Italia Selatan sempat
dikuasai oleh pejuang Islam meski tidak terlalu lama. Sebab, pada abad 11,
kedua kawasan tersebut berhasil direbut oleh bangsa Nordia.
-
Jalan
Tiimur
Pada 1453,
Turki yang dipimpin Sultan Muhammad II mampu mengalahkan Byzantium. Caranya
dengan menyerang Konstantinopel melalui laut Hitam yang merupakan bagian belakang
Konstantinopel. Hal ini tidak diduga oleh tentara Byzantium sehingga dengan
mudah mampu ditundukkan.
Setelah
menundukkan Byzantium, tentara Turki melanjutkan perjalanan hingga Wina,
Austria. Perjalanan dilanjutkan menuju Semenanjung Balkan. Kawasan Balkan
sempat dikuasai tentara Islam selama empat abad hingga abad 19. Meski
demikian, konstantinopel tetap berada dalam kekuasaan dinasti Umayyah dan berganti
nama menjadi Istambul.
Perkembangan
Islam, mengalami dua fase yaitu fase kemajuan dan fase kemunduran. Fase
kemajuan terjadi pada tahun 650 -1250 M yang ditandai dengan sangat luasnya
kekuasaan Islam, ilmu dan sain mengalami kemajuan dan penyatuan antar wilayah
Islam dan fase kemunduran terjadi pada tahun 1250 – 1500 M. yang ditandai
dengan kekuasaan Islam terpecah-pecah dan menjadi kerajaan-kerajaan yang
terpisah pisah. Kemunduran Islam pada abad pertengahan, pada umumnya yang
menjadi penyebab diantaranya adalah sebagai berikut:
·
Tidak
menjaga dengan baik Wilayah kekuasaan yang luas
·
Penduduknya
sangat heteregin sehingga mengalami kendala dalam penyatuan
·
Para
penguasanya lemah dalam kepemimpinannya
·
Krisis
ekonomi
·
Dekadensi
moral yang tidak terkendali
·
Apatis
dan stagnasi dalam dunia iptek
·
Konflik
antar kerajaan Islam
Terlebih lagi setelah, pasukan Mughal yang dipimpin oleh
Hulagu Khan berhasil membumihanguskan Baghdad yang merupakan pusat kebudayaan
dan peradaban Islam yang kaya dengan ilmu pengetahuan, hal ini terjadi pada
tahun 1258 M. Saat itu kekhalifahannya dipimpin oleh khalifah Al Mu’tashim,
penguasa terakhir Bani Abbas di Baghdad.
Setelah Baghdad ditaklukkan Hulagu, umat islam dikuasai oleh
Hulagu Khan yang beragama Syamanism tersebut, kekuatan politik Islam mengalami
kemunduran yang sangat luar biasa. Wilayah kekuasaannya terpecah-pecah dalam
beberapa kerajaan kecil yang tidak bisa bersatu, satu dan lainnya saling
memerangi. Peninggalan-peninggalan budaya dan peradaban Islam hancur ditambah
lagi kehancurannya setelah diserang oleh pasukan yang dipimpin oleh Timur Lenk.
Masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800)
Keadaan perkembangan Islam secara
keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali walaupun tidak sebanding dengan
masa sebelumnya ( klasik) setelah berkembangnya tiga kerajaan besar yaitu
kerajaan Usmani di Turki, kerajaan Mughal di India dan kerajaan Safawi di
Persia. Diantara ketiga kerajaan tersebut yang terbesar dan paling lama
bertahan adalah kerajaan Usmani.
1. Kerajaan Usmani
Kerajaan Utsmani didirikan oleh bangsa Turki dari kabilah
Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina yang bernama
Usmani atau Usmani I dan memproklamirkan diri sebagai Padisyah al Usman atau
raja besar keluarga Usman tahun 1300 M (699 H). Kerajaan yang didirikan oleh
Usmani ini selanjutnya memperluas wilayahnya ke bagian Benua Eropa. Ia
menyerang daerah perbatasan Bizantium dan menaklukkan kota Broessa tahun 1317 M
sehingga tahun 1326 M dijadikan sebagai Ibukota Negara.
Pada masa pemerintahan Orkhan, kerajaan Usmani menaklukkan
Azmir tahun 1327 M, Thawasyannly tahun 1330 M, uskandar tahun 1338 M, Ankara
1354 M dan Gallipoli tahun 1356 M. Daerah-daerah tersebut adalah bagian benua
Eropa yang pertama kali diduduki kerajaan Usmani.
Kerajaan Usmani untuk masa beberapa abad masih dipandang
sebagai Negara yang kuat terutama dalam bidang militer. Kemajuan-kemajuan
kerajaan Usmani yaitu dalam bidang pemerintahan dan kemiliteran, bidang ilmu
pengetahuan dan budaya misalnya kebudayaan Persia, Bizantium dan arab,
pembangunan Masjid-Masjid Agung, sekolah-sekolah, rumah sakit, gedung, jembatan,
saluran air villa dan pemandian umum dan di bidang keagamaan.misalnya seperti
fatwa ulama yang menjadi hukum yang berlaku.
Kerajaan Usmani sepeninggal Sultan Al Qanuni, mengalami kemunduran yang disebabkan oleh berbagai problema sebagai berikut:
Kerajaan Usmani sepeninggal Sultan Al Qanuni, mengalami kemunduran yang disebabkan oleh berbagai problema sebagai berikut:
1. Penduduknya sangat heterogen
2. Tidak dapat menguasai wilayah yang
luas
3. Kepemimpinannya lemah
4. Terjadinya dekadensi moral
5. Krisis ekonomi dan
6. Ilmu dan tekhnologi stagnan
2. Kerajaan Safawi Di Persia
Kerajaan Syafawi, mulanya adalah sebuah gerakan tarekat yang
berdiri di Ardabil (Azerbaijan). Tarekatnya bernama tarekat Safawiyah, nama ini
diambil dari nama pendirinya yang bernama Safi-Al Din dan nama Syafawi
dilestarikan setelah gerakannya berhasil mendirikan kerajaan.
Jalan hidup yang ditempuh Al Din adalah jalan sufi dan
mengembangkan tasawuf Safawiyah menjadi gerakan keagamaan yang sangat
berpengaruh di Persia, Syiria dan Anatolia. Yang semula bertujuan memerangi
orang-orang yang ingkar dan memerangi orang-orang yang ahli bid’ah. Lama
kelamaan pengikut tarekat Syafawiyah berubah menjadi tentara dan fanatik dalam
kepercayaan dan menentang keras terhadap orang selain Syiah.
Dalam perkembangannya, kerajaan Syafawi selanjutnya dipimpin
oleh Ismail yang baru berusia tujuh tahun. Ismail beserta pasukannya yang
bermarkas di Gilan selama limabelas tahunmempersiapkan kekuatannya dan
mengadakan hubungan dengan para pengikutnya di Azerbeijan, Syiria dan Anatolia
dan pasukan tersebut dinamai Qizilbash atau baret merah.
Saat kepemimpinan Ismail, pada tahun 1501 M, pasukannya
dapat mengalahkan AK Koyunlu di Sharur dan Tabriz sehingga Ismail
memproklairkan dirinya menjadi raja pertama dinasti Syafawi dan berkuasa selama
23 tahun.
Masa keemasan kerajaan Syafawi terjadi pada masa
kepemimpinan Abbas I yaitu di bidang pilitik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan
bidang pembangunan fisik dan seni. Kemajuan yang dicapainya membuat kerajaan
Syafawi menjadi salah satu dari tiga kerajaan besar Islam yang diperhitungkan
oleh lawan-lawannya terutama dibidang politik dan militer.
Setelah mengalami kejayaan, kerajaan Safawi tidak lama
kemudian mengalami kemunduran penyebabnya adalah antara lain:
a. Kemerosotan moral para pemimpin
kerajaan
b. Konflik yang berkepanjangan dengan
kerajaan Usmani dan
c. Pasukan yang dibentuk Raja Abbas I
yaitu pasukan Ghulam tidak memiliki jiwa pratirotik
3. Kerajaan Mughal di Indi
Kerajaan Mughal adalah kerajaan yang termuda diantara tiga
kerajaan besar Islam. Kerajaan ini didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530).
Babur dengan bantuan Raja Safawi dapat menaklukkan Samarkhad tahun 1494 M.
Tahun 1504 M dapat menduduki Kabul ibukota Afganistan. Setelah itu, Raja Babur
mengadakan ekspansi terus-menerus.
Kemajuan – kemajuan kerajaan mughal diantaranya:
Kemajuan – kemajuan kerajaan mughal diantaranya:
1. Di bidang Ekonomi, mengembangkan
program pertanian, pertambangan, dan perdagangan. Masalah sumber keuangan
Negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian
2. Di bidang seni dan budaya misalnya
karya sastra gubahan penyair istana, penyair yang terkenal yaitu Malik Muhammad
Jayazi dengan karyanya padmavat (karya yang mengandung pesan kebajikan jiwa
manusia), karya-karya arsitektur seperti istana fatpur Sikri di Sikri, vila dan
masjid-masjid
Pada tahun 1858 M kerajaan Mughal juga mengalami
kemerosotan, penyebabnya antara lain:
1. Kemerosotan moral dan para
pejabatnya bermewah-mewahan
2. Pewaris kerajaan dalam
kepemimpinannya sangat lemah dan
3. Kekuatan mililernya juga lemah
4. Perkembangan
Ilmu Pengetahuan pada Abad Pertengahan
Salah satu hasil yang bisa dilihat dan dirasakan dalam
proses perkembangan Islam di Abad pertengahan ini di antaranya adalah majunya
ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Diakui atau tidak, ilmu pengetahuan dan
kebudayaan Eropa memiliki basis dari Islam. Hal ini terjadi dalam proses
masuknya Islam ke kawasan Eropa, baik melalui proses perdagangan maupun dalam
peristiwa besar sejarah seperti perang salib.
Ada beberapa sektor penting yang muncul sebagai pengaruh
perkembangan Islam di abad pertengahan. Beberapa sektor tersebut diantaranya :
-
Bidang
Politik
Di bidang politik, kawasan Eropa sempat mengalami balance of
power pada tahun 750 M. Hal ini terjadi baik di kawasan barat maupun timur. Di
kawasan barat, muncul permusuhan antara bani Umayyah II yang berkuasa di
Andalusia dengan kekaisaran Karolong dari Prancis. Sementara di kawasan timur,
muncul pula perseteruan antara Bani Abbasyah dengan kekaisaran Byzantium di
kawasan Balkan. Di sisi lain, bani Abbasyah juga memiliki perseteruan dengan
bani Umayyah. Pun, kekaisaran Karoling berseteru dengan Byzanium timur dalam
masalah perebutan wilayah Italia. Akhirnya, muncullah perseketuan pada keempat
pihak tersebut. dimana bani Abbasyah bersekutu dengan kekaisaran Karoling.
Sedangkan bani Umayyah II menjalin hubungan baik dengan Byzantium timur. Proses
persektutuan ini sendiri pecah, pada saat terjadinya perang salib yang terjadi
pada tahun 1096-1291.
-
Bidang
Ekonomi Sosial
Andalusia yang sudah dikuasai Islam pada 711 M dan
konstantinopel pada 1453 M, menjadikan sektor perdagangan Eropa banyak dikuasai
oleh pedagang Islam. Hal ini karena kawasan tersebut kemudian dijadikan
sebagai salah satu jalur perdagangan Asia ke Eropa. Kondisi ini
menjadikan negara Islam memiliki dominasi dalam sistem perdagangan yang
diterapkan di kawasn tersebut.
-
Bidang
Kebudayaan
Dengan masuknya bangsa Arab ke kawasan Eropa, menjadikan
bangsa Eropa mampu memahami pemikiran kuno yang banyak didominasi dari bangsa
Yunani serta Babilonia. Ada beberapa tokoh dari kedua kawasan tersebut yang
dianggap sebagai tokoh-tokoh yang mampu mengubah pemikiran dunia. Diantaranya
adalah :
·
Al
Farabi (780-863)
Al Farabi merupakan tokoh yang
mengumpulkan dan menerjemahkan buku-buku karya Aristoteles. Oleh karenanya, Al
Farabi juga dijuluki sebagai guru kedua, sementara julukan guru pertama
diberikan kepada Aristoteles. Selain itu, Al Farabi juga banyak menulis buku
yang terkait dengan masalah filsafat dasar yang tidak kalah hebat dengan
Aristoteles.
·
Ibnu
Rusyd (1120-1198)
Dikenal juga dengan nama Averoos.
Pemikirannya di kawasan Eropa dikenal dengan nama Averoisme yang mengajarkan tentang
kebebasan berfikir. Inilah yang menjadi dasar munculnya reformasi pada abad 16
M serta terjadinya gerakan rasionalisme pada abad 17 M. Buku-buku karya Ibnu
Rusyd ini bisa ditemukan di perpustakaan Eropa serta Amerika. Karya dari Ibnu
Rusyd banyak disebut dengan nama Bidayatul Mujtahid serta Tahafutut Tahaful.
·
Ibnu
Sina (980-1060)
Merupakan tokoh yang banyak
mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Hal ini karen Ibnu Sina
yang dikenal juga dengan Avecia adalah dokter yang berasal dari kota Hamzan
Persia. Ide Ibnu Sina yang paling terkenal adalah wahdatul wujud atau paham
yang memperkenalkan tentang segala sesuatu serba wujud. Bukunya yang banyak
berpengaruh dalam ilmu kedokteran dunia adalah Al Qanun fi At Tibb.
·
Bidang
Pendidikan
Banyak pemuda Eropa yang belajar di
universitas-unniversitas Islam di Spanyol seprti Cordoba, Sevilla, Malaca,
Granada dan Salamanca. Selama belajar di universitas-universitas tersebut,
mereka aktif menterjemahkan buku-buku karya ilmuwan muslim. Pusat penerjemahan itu
adalah Toledo. Setelah mereka pulang ke negerinya, mereka mendirikan seklah dan
universitas yang sama. Universitas yang pertama kali berada di Eropa ialah
Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1213 M dan pada akhir zaman
pertengahan di Eropa baru berdiri 18 universitas. Pada universitas tersebut
diajarkan ilmu-ilmu yang mereka peroleh dari universitas Islam seperti ilmu
kedokteran, ilmu pasti dan ilmu filsafat.
Banyak gambaran berkembangnya Eropa
pada saat berada dalam kekuasaan Islam, baik dalm bidang ilmu pengetahuan,
tekhnologi, kebudayaan, ekonomi maupun politik. Hal-hal tersebut antara lain
sebagai berikut.
1. Seorang sarjana Eropa, petrus
Alfonsi (1062 M) belajar ilmu kedokteran pada salah satu fakultas kedokteran di
Spanyol dan ketika kembali ke negerinya Inggris ia diangkat menjadi dokter pribadi
oleh Raja Henry I (1120 M).
2. Cordoba mempunyai perpustakaan yang
berisi 400.000 buku dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan
3. Seorang pendeta kristen Roma dari
Inggris bernama Roger Bacon (1214-1292 M) mempelajari bahasa Arab di Paris
(1240-1268 M).
4. Seorang sarjana berkebangsaan
Perancis bernama Gerbert d’Aurignac (940-1003 M) dan pengikutnya, Gerard de
Cremona (1114-1187 M) yang lahir di Cremona, Lombardea, Italia Utara, pernah
tinggal di Toledo, Spanyol.
5. Apabila kerajaan-kerajaan non muslim
mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam, maka yang terjadi adalah pembumihangusan
kebudayaan Islam dan pembantaian kaum muslim.
6. Banyak sarjana-sarjana muslim yang
berjasa karena telah meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan, bahkan karya
mereka diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa meskipun ironisnya diakui sebagai
karya mereka sendiri.
Akibat atau pengaruh dari
perkembangan ilmu pengetahuan Islam ini menimbulkan kajian filsafat Yunani di
Eropa secara besar-besaran dan akhirnya menimbulkan gerakan kebangkitan atau
renaissans pada abad ke-14. berkembangnya pemikiran yunani ini melalui
karya-karya terjemahan berbahasa arab yang kemudian diterjemahkan kembali ke
dalam bahasa latin. Disamping itu, Islam juga membidani gerakan reformasi pada
abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17 M, dan aufklarung atau pencerahan
pada abad ke-18 M.
Nasib kaum muslim di Spanyol
sepeninggal Abu Abdullah Muhammad dihadapakan pada beberapa pilihan antara lain
masuk ke dalam kristen atau meninggalkan spanyol. Bangunan-bangunan bersejarah
yang dibangun oleh Islam diruntuhkan dan ribuan muslim mati terbunuh secara
tragis. Pada tahun 1609 M, Philip III mengeluarkan undang-undang yang berisi
pengusiran muslim secara pakasa dari spanyol. Dengan demikian, lenyaplah Islam
dari bumi Andalusia, khusunya Cordoba yang menjadi pusat kebudayaan dan ilmu
pengetahuan di barat sehingga hanya menjadi kenangan.
A.
Perkembangan
Kebudayaan Islam Pada Abad Pertengahan
Perkembangan
kebudayaan Islam timbul setelah diawali sederetan kebudayaan manusia dan
seiring dengan sederetan kebudayaan setelahnya. Kebudayaan-kebudayaan Islam
pada abad pertengahan yang menonjol diantaranya:
Dalam
perkembangan arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan Masjid yang indah
seperti Masjid Al Muhammadi, Masjid Agung Sulaiman dan Masjid Abi Ayyub Al
Anshari dengan hiasan-hiasan kaligrafi yang indah. Selain itu terdapat 235
bangunan dibangun dan dikoordinasi oleh Sinan, arsitek yang berasal dari
Anatolia. Perkembangan kebudayaan Islam tersebut terjadi pada masa kerajaan
Usmani.
Pada
masa kerajaan Safawi telah berhasil membuat Isfahan menjadi ibukota dan kota
yang indah yang terdiri dari bangunan-bangunan seperti masjid, rumah-rumah
sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan Istana Chihil
Sutun, taman-taman wisata yang ditata dengan indah. Di Isfahan terdapat 162
masjid, 48 akademi, 1802 penginapan dan 273 pemandian umum. Dalam bidang seni,
gaya arsitek bangunan-bangunannya sangat kentara, misalnya masjid Shah (1611 M
dan masjid Syaikh Lutf Allah (1603 M. Unsur seni lainnya seperti kerajinan
tangan, karpet, permadani, pakaian, keramik,tenunan, mode, tembikar, dan seni
lukis.
Selain
yang tersebut, perkembangan budaya Islam juga berkembang di kerajaan Mongol
misalnya karya seni yang menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana,
baik yang berbahasaPersia maupun India. Malik Muhammad Jayazi adalah penyair
India yang terkenal dan menghasilkan karya besar “Padmavat”, Abu Fadl dengan
karyanya Akhbar nama dan Aini Akhbari yang memaparkan sejarah kerajaan Mongol
dengan figure kepemimpinannya. Dalam hal seni terdapat karya-karya arsitektur
yang indah seperti Istana Fatpur Sikri di Sikri, vila dan masjid-masjid yang
megah nan indah seperti masjid yang berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra,
Masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.
Pada
abad pertengahan muncul nama-nama yang terkenal yaitu para sastrawan yang hidup
pada abad pertengahan yaitu diantaranya:
b. Fuzuli dengan karyanya yang berjudul
Shikeyetname atau pengasuan. Ia tinggal di Irak dan wafat tahun 1556
c. Jalaluddin Ar Rumi yang mendapat gelar Maulana
atau tuan kami dengan karyanya Diwan Syams-I Tabriz yaitu kumpulan puisi yang
terdiri dari 33.000 bait dan Masnawi yang terdiri dari 26.660 dan dibuat dalam
waktu 10 tahun. Ia lahir di Afganistan tahun 1207 M dan wafat di Turki tahun
1273 M
d. Sa’adi Syiraj yaitu sastrawan dari
Persia dengan karyanya yang berjudul Bustan atau kebun buah dan Gulistan yang
berisi tentang kata-kata mutiara, kisah-kisah, nasehat-nasehat, renungan dan humor.
e. Fariduddin Al Attar dengan karyanya
Mantiq At Tair atau musyawarah bunga, Tadzkiratul Auliya dan Pend Namah atau
kitab nasihat.
f. Hamzah Fansuri, Nuruddin Ar Raniri
dan Syamsudin Pasai, sunan kalijaga, sunan Bonang dan Kiageng Selo. Karya-karya
mereka berisi tentang nasehat-nasehat agama
B.
Hikmah
Sejarah Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan
Ada beberapa manfaat yang dapat kita
ambil dari sejarah perkembangan Islam pada abad pertengahan, diantaranya
sebagai berikut.
1.
Meskipun
Bani Umayyah telah dihancurkan oleh Bani Abbasyah, perluasan wilayah Islam
masih terus dilanjutkan sehingga dengan demikian kebudayaan Islam tetap
berkembang di Eropa. Hal tersebut menandakan bahwa semangat kaum muslim dalam
meraih cita-cita sangat tinggi sehingga melahirkan persatuan dan kesatuan yang
sangat dibutuhkan dalam mewujudkan hal tersebut. Hal ini terbukti dalam setiap
perluasan wilayah, kaum muslim mampu menguasai Spanyol dalam waktu sekitar
delapan abad (711-1492 M) dan menguasai Semenanjung Balkan sekitar 4 abad (1453-1918
M)
2. Niat yang tulus ketika melakukan
sesuatu karena Allah sangat dibutuhkan, ketika niat telah berubah menjadi
orientasi terhadap kekuasaan atau harta, maka dengan cepat kehancuran akan
menimpa. Hal tersebut telah banyak dibuktikan pada peristiwa-peristiwa
runtuhnya daulah bani Umayyah, bani Abbasyah, dan bani Umayyah II di Andalusia
serta kerajaan atau pemerintahan lain dimanapun berada
3. Penaklukan wilayah yang demikian
luas dilakukan oleh kaum muslim saat itu berdasarkan pada permintaan penduduk
suatu negara yang ditindas oleh pemimpin mereka sendiri. Hal tersebut
dikarenakan penduduknya berada dibawah pemerintahan yang zalim atau karena
kerajaan tersebut telah mengganggu wilayah-wilayah Islam. Oleh karena itu, kaum
muslim telah bertindak sebagai pembebas masyarakat suatu negara dari tindakan
pemerintah mereka yang sewenag-wenang dan bukan bertindak sebagai penjajah atas
suatu negara. Penduduk yang dibebaskan tetap diberikan keleluasan untuk
menjalankan agama atau kepercayaan mereka masing-masing meskipun upaya
penyebaran agama Islam senantiasa dilakukan.
4.
Islam
memiliki kontribusi yang sangat besar dalam upaya menyebarkan ilmu pengetahuan
dan tekhnologi. Eropa memiliki kemajuan saat ini salah satunya disebabkan jasa
sarjana-sarjana muslim yang telah menjadi mata rantai perkembangan ilmu
pengetahuan kepada masyarakat Eropa saat itu.
BAB
III
PENUTUP
-
Kesimpulan
Perkembangan Islam pada abad
pertengahan ini dilakukan melalui tiga jalan yang dilalui untuk memperkenalkan
Islam pada masyarakat Eropa. Ketiga jalan tersebut adalah Jalan Barat , Jalan
Tengah , Jalan Tiimur. Perkembangan Islam, mengalami dua fase yaitu fase
kemajuan dan fase kemunduran. Keadaan perkembangan Islam secara keseluruhan
baru mengalami kemajuan kembali walaupun tidak sebanding dengan masa sebelumnya
( klasik) setelah berkembangnya tiga kerajaan besar yaitu kerajaan Usmani di
Turki, kerajaan Mughal di India dan kerajaan Safawi di Persia.
Ada beberapa sektor penting yang
muncul sebagai pengaruh perkembangan Islam di abad pertengahan. Beberapa sektor
tersebut diantaranya bidang Politik, bidang Ekonomi Sosial, bidang Kebudayaan,
bidang Pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA






0 komentar:
Posting Komentar